Selasa, 02 Juli 2013

CERBUNG BL


HOW TO GET YOU..?!
PART I

Mencintai itu  anugerah bukan? tapi masihkah ia menjadi anugerah jika yang di cintai mematahkan hati yang mencintai? Aku sering bertanya-tanya adakah aku di hatimu?! Kita dekat secara fisik tapi apakah hati kita juga sedekat itu?! Entahlah,! Mungkin ini hanya harapku saja.
@@@.
“Simon,kau kenapa? Se-sore-an ini kerjamu hanya diam dan melamun saja?” si bawel menyenggol bahuku dan tersenyum menggoda.
“aku ini kakakmu bodoh ! sopanlah sedikit”tegurku sambil merengut
“ah, kita hanya beda satu menit, kau terlalu hiperbol” dia berbaring di tempat tidurku
“aku sudah hidup lebih lama satu menit di banding kau”aku menjitak kepalanya
“kau sedang jatuh cinta ya?!” ia menerka dan membuatku terkejut ”ceritakan padaku ! bagaimana rasanya?”
Aku terdiam, bagaimana bisa aku menjelaskan perasaanku, aku bingung ! kata-kata seolah menghilang dari kamusku.
“Simon.. ayolah ! masa kau mau menyimpan perasaanmu terus. Aku ini kau. Kau adalah aku. Kita satu kesatuan jiwa yang di pisahkan secara fisik” ia menggunakan jurus andalannya dan kalau sudah begitu kalahlah ego-ku.
“aku harus mulai darimana?”tanyaku
“terserah kau ! aku janji tak akan menyela” ia membentuk lambang viss dengan telunjuk dan jari tengahnya. Baiklah ! ku ungkapkan saja semuanya pada saudariku ini, barangkali beban hatiku akan jauh berkurang.
“awalnya aku biasa-biasa saja, tak ada rasa apapun untuknya. Kehadirannya seolah  tak begitu penting di hidupku tapi suatu ketika dia datang padaku, bercerita tentang seseorang yang sangat ia sayang. Aku memberi nasihat padanya, ku suruh dia untuk begini dan begitu agar dapat menjerat pria incarannya, tapi saat kami sudah sangat jauh melangkah kenyataan menghancurkanku,aku sadar bahwa aku tlah menjatuhkan hatiku padanya”
“hmm.. gadis itu hebat juga bisa membuat gunung es sepertimu meleleh”
“dia istimewa Gell, aku baru sadar akan hal itu saat aku sudah mengalami jatuh hati yang parah. Tapi tak mudah untuk menyambungkan sebuah hati bukan?”
“kalau begitu, kau harus memenangkan hatinya, setidaknya buat dia menyadari keberadaaanmu”
“sudah ku lakukan Gell, tapi….”
Tok tok tok..! ketukan di pintu menghentikan obrolan kami.
“masuk !” perintahku
Krett..pintu kamar terbuka dan sebuah wajah muncul dari balik pintu.
“apakah aku mengganggu?”Tanya gadis manis itu
“tidak Kak, masuklah kemari !”ajak Greysia
Pletak ! aku menjitak kepala si bawel Greysia yang akrab ku panggil Gell –Angel-
“kenapa kau memukulku? Dasar bodoh !” Gell menggerutu
“kenapa kau memanggilnya kakak tadi kau tak mau memanggilku kakak”aku cemberut
“ahh.. jadi kau cemburu? Ayolah aku ini bukan kekasihmu”
“kau menyebalkan Gell, aku yang kakakmu kenapa dia yang kau panggil kakak” aku mendebat Gell.
“sudahlah ! kalian terlalu tua untuk memperdebatkan hal hal kecil seperti ini” Maria menengahi kami. Aku meringis dan menutup pintu yang tadi di lupakan oleh Maria.
“ada apa kak?”Tanya Gell
“bisakah kau menemaniku ke SOETTA?”tanyanya
“ah, aku sedang malas. Kau saja Mon !” Gell ‘melempar bola’ padaku
“emm. Bagaimana ya?! Aku juga sedang malas”aku menolak, aku tak bisa dekat-dekat dengan Maria lagi
“ayolah ku mohon.! Siapapun yang mau mengantarku akan ku traktir nanti”
“aku rasa uang bukan prioritas utama, maafkan aku”aku mengambil majalah otomotif dan membolak-balikan halamannya. Tiba-tiba ponsel Maria bordering dan satu suara menyapanya dari seberang sana.
“hallo”
“…………….”
“maafkan aku, apakah kau sudah lama menunggu?”
“…………….”
“oh, aku akan sampai beberapa menit lagi. Sabarlah !”
Maria memandangi kami berdua “apakah kalian tega membiarkan sepupuku menunggu lebih lama lagi, ku mohon temani aku !”Maria memelas dan menatap kami penuh harap.
Aku menutup majalah yang akan ku baca dan menyambar kunci mobilku.
“ayo Mar ! kasian sepupumu”kataku
“benarkah kau mau mengantarku?”Maria mengerjap dan menatapku dengan berbinar
“ayo !”jawabku
“terima kasih, aku tahu aku selalu bisa mengandalkanmu”
“kembali kasih, ku tunggu traktiranmu nanti”
Butuh waktu setengah jam untuk sampai ke Bandara Internasional Soekarnio-Hatta. Sebenarnya aku tak mau mengantarnya tapi tak tega rasanya memandangi matanya yang di penuhi harapan.
“siapa yang kau jemput Mar?”aku bertanya padanya
“sepupuku, dia dari Korea. Namanya Lee Yong Dae”
“aku baru tahu kau punya sepupu orang Korea”tanyaku lagi
“apakah aku tak pernah membicarakannya?”
“sejauh yang ku ingat, tidak sedikitpun kau menyinggungnya”
“hmm, aku punya tante yang bekerja di Jaeju Island, dia punya resort disana. Namanya tante Vivian, lalu dia menikah dengan Lee Jae Shin dan mereka di karuniai seorang anak  yang sangat tampan dialah Dae –Lee Yong Dae-“
“ohh.. kau bilang dia tampan? Benarkah?! Ku rasa aku lebih tampan darinya”
“heii.. jangan sombong kau ! ketampanan Dae melebihi siapapun yang pernah ku temui. Bahkan Hendra saja kalah tampan dengannya”
“Hendra? Si coolin boy itu kalah tampan?! Ah.. aku meragukannya”
“baik, buktikanlah sendiri”Ucap Maria dengan penuh percaya diri.
Maria merogoh ponselnya dan menekan tombol call.
“kau dimana Dae?” tanpa salam dan sapa Maria langsung ajukan pertanyaan.
“aku di cafeteria, lapar sekali rasanya jadi aku mampir untuk mengisi perut”
“aku menyesal membiarkanmu menunggu selama itu, aku akan kesana segera !”
Klik.. maria mematikan ponselnya dan menarik tanganku.
“heii.. ku pikir aku bukan kambing kau tak perlu menuntunku”kataku, aku keberatan dengan caranya menggeret tanganku
“maaf, aku benar-benar harus sesegera mungkin menemui Dae. Kasihan dia”
Maria melepaskan tanganku dan kami berjalan bersisian, setibanya di cafeteria Maria langsung merogoh ponselnya lagi.
“Maria..! “seseorang berteriak memanggil Maria dan kami menoleh ke sumber suara.
“Lee Yong Dae.. kyaa.. !”Maria memeluk sepupunya itu, ia seolah lupa ada aku di sisinya.”aku minta maaf Dae, aku tak bermaksud membuatmu kelaparan”
“yah aku mengerti,untunglah disini ada money changer jadi aku bisa membeli sesuatu untuk dimakan”
Mereka masih berpelukan dan aku benar-benar merasa terabai. Aku memutar-mutar kunci mobilku dan dengan sabar menunggu Maria.
“ah.. aku hampir saja lupa.”Maria menepuk jidatnya dan melirikku, akhirnya mr. invisible terlihat juga.
“Dae, dia Simon, dia yang mengantarku kemari”
“aigoo.. sepertinya kau punya selera fashion yang kurang baik”Yong Dae mencibir dan menatapku dari ujung ke ujung. Uhh.. aku sebal dengan caranya bicara, memangnya dia itu siapa? Pengamat fashion? cihh.. banyak lagak.
Aku menatap Maria “ayo ! kau masih ingin aku mengantarmu pulang bukan?!”kataku datar. Ku akui Dae memang terlihat keren dengan kemeja linen hitam dan kacamatanya yang juga hitam tapi meskipun aku ini sedang out of fashion tidak sepantasnya dia mengomentari cara berpakaianku. Terlebih lagi kami sama-sama lelaki. Ah.. ada apa dengan orang Korea dan fashion? Tidakkah mereka tahu cara berpakaian mereka itu terlalu ‘berat’.
Aku mengantarkan mereka sayangnya kata terima dan kasih Nampak terlalu mahal untuk keluar dari mulut seorang Lee Yong Dae. Untunglah Maria terlalu baik hati dan mengucapkan banyak terima kasih padaku. Hmm.. dasar tak tahu terima kasih.



BERSAMBUNG ke PART II
THINKING PLACE
‎Sunday, ‎April ‎28, ‎2013, ‏‎6:18:37 AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar