Kamis, 16 April 2026
Riri si Rusa yang Ramah
Cerita ini merupakan karya asli yang dibuat khusus untuk muridku yang akan
mengikuti lomba FLS3N tingkat kecamatan. Alhamdulillah muridku memperoleh juara
harapan I. Cerita ini mengangkat tema 7 kebiasaan anak Indonesia hebat. Inilah
kisahnya. Di hutan yang rimbun, terdapat sebuah desa bernama Desa Bambu. Desa
ini dihuni oleh berbagai jenis hewan yang hidup rukun. Di sana tinggal seekor
Rusa kecil bernama Riri. Riri adalah rusa yang lincah. Suatu hari, Riri bangun
pagi-pagi sekali, ia sangat bersemangat dan ingin pergi ke danau untuk bermain
air. “Riri, hebat sekali kamu sudah bangun sepagi ini. Ini kebiasaan yang baik.
Kamu harus lakukan setiap hari ya” Ibu terlihat senang melihat Riri sudah bersih
dan rapi “iya bu, aku sangat bersemangat hari ini” “memangnya Kamu mau pergi
kemana?” ibunya bertanya. “aku ingin pergi ke danau bu, ku dengar danau itu
sangat indah dan sejuk” “oh baiklah, hati-hati dijalan ya ! Ingat, jika bertemu
dengan hewan lain kamu harus melakukan 3S” “3S itu apa bu?” “3S itu senyum,
salam dan sapa. Ingat ya ! kita ini tidak hidup sendirian. Kita hidup
bermasyarakat, dimanapun kita berada kita harus Saling tolong menolong” “baik
bu, aku akan mengingat pesan darimu” Saat keluar rumah, Riri melihat Pak Kerbau
sedang membajak sawah. Awalnya dia malu untuk menyapa, tapi Riri teringat pesan
ibunya, lalu ia berhenti sejenak, tersenyum lebar, dan berteriak, "Selamat pagi,
Pak Kerbau! Semangat kerjanya ya!" Pak Kerbau pun tersenyum dan merasa dihargai.
“Selamat pagi Riri, mau pergi bermain ya?” “iya pak kerbau, aku akan bermain ke
danau, dadah pak Kerbau” Riri melambai dengan ceria, lalu melanjutkan
perjalanannya. Sampailah ia di jembatan yang sempit, Riri melihat antrean hewan
yang ingin menyeberang. Alih-alih menyerobot dengan kakinya yang cepat, Riri
berdiri tenang di belakang Nenek kura-kura. Ia menunggu gilirannya dengan sabar.
Awalnya Riri ingin membiarkan nenek kura-kura namun lagi-lagi ia teringat pada
pesan ibunya. “Nenek apakah butuh bantuan untuk menyberang?” Riri bertanya pada
nenek kura-kura “tentu nak Riri, nenek sudah tua, sulit sekali menyeberangi
jembatan ini sendiri” “ayo nek naiklah ke punggungku ! aku bantu menyebrang”
Riri menggendong nenek kura-kura dipunggungnya, nenek kura-kurapun dapat
menyeberang dengan selamat dan sangat berterimakasih pada Riri. “terimkasih nak,
kamu baik sekali” “sama-sama nenek, Riri pergi dulu ya, dadah nenek “ Riri
melanjutkan perjalanannya, akhirnya Riri sampai juga di danau. “Wahh, indah
sekali pemandangannya” Riri berlari riang gembira di tepi danau, dia juga
bermain air dan melompat-lompat. Dia merasa haus dan menjulurkan wajah kecilnya
untuk meminum air danau. Setelah minum Riri melihat ada sampah plastik yang
menyangkut di bebatuan. Tanpa diminta, ia mengambil sampah itu dan membuangnya
ke lubang sampah. Ia ingin danau tetap bersih agar semua hewan bisa minum dengan
nyaman. Karena terlalu bersemangat saat melompat-lompat Riri tidak sengaja
menyenggol sarang Lebah. “Aduhh rumahku berguncang” teman-teman lebah keluar
dari sarang. Riri menunduk dan berkata, "Maafkan aku, Teman-teman Lebah, aku
kurang berhati-hati. Apakah kalian baik-baik saja?" “oh ternyata kamu, kami
tidak apa-apa, lain kali hati-hati ya” Teman-teman lebah tidak marah karena Riri
sudah meminta maaf. Riri juga membantu mengembalikan sarang lebah ke posisi
semula. Sore harinya, setelah puas bermain Riri pulang dengan hati yang sangat
bahagia. Ia sadar bahwa kehebatan seseorang tidak dilihat dari seberapa cepat ia
berlari, tapi dari seberapa besar manfaat dan kebaikan yang ia berikan untuk
masyarakat di sekitarnya. "Aku bangga jadi anak hebat yang berguna bagi sesama!"
seru Riri sebelum terlelap.
Langganan:
Komentar (Atom)