Sabtu, 09 Mei 2015

Buat Kelompok Evolusi

ini data evolusi yang udah jadi, datanya ada dua jadi downloadnya dua-dua nya ya , yang ini
1 baca-ini-dulu-sebelum-bca.rar sama yang ini
2 paper-evolusi.pdf
jangan lupa bikin soal 10 nomor, PG 5 option, hatur nuhun.

Jumat, 08 Mei 2015

Buat Sasai / Kelompok PPB II

Sai ini makalah PPB II yang udah di revisi, koreksi lagi ya ! kalo udah fix mau langsung di print. sms aja k no. aku kalo ada apa-apa tugas-2-kelompok-4-3a-pp.rar

Jumat, 13 Maret 2015

Badminton Lovers

Badminton lovers atau yang kini lebih dikenal dengan nama BL. Kami (BL, red.) adalah orang-orang yang lebih suka update score daripada menonton sinetron, kami adalah orang-orang yang suka memenuhi "beranda" jejaring sosial orang lain dengan "status-status" yang memberi semangat kepada para jagoan kami. Aku pribadi sangat menyukai Liliyana Natsir, atlet ganda campuran yang sudah menggondol 3 gelar All England selama 3 tahun berturut-turut dan baru-baru ini sedang "patah hati" karena gagal mendapatkan trofi ke empat. Well sudah saatnya move on ya, kita lupakan saja perihal kejuaraan bulutangkis dunia tertua itu. By the way, Liliyana Natsir sendiri memiliki beberapa kelompok fans yang namanya unik-unik, salah satu yang paling terkenal adalah BHS atau Butet Holic Syarap (jangan tanya aku darimana asal mula kata Syarapnya). BHS ini merupakan salah satu kelompok fans yang lumayan produktif dalam membuat Cerpen dan Cerbung Badminton, kalau di pikir-pikir pecinta cerbung dan cerpen badminton rata-rata menggunakan Liliyana sebagai tokoh utama wanitanya. Selain Liliyana, Vita Marisa pun turut wara-wiri dalam eksistensi dunia "PenBung" Badminton. Ada beberapa pairing yang cukup populer di dunia khayal anak-anak BL yaitu: HendLy (Hendra Setiawan-Liliyana Natsir), YongLy (Lee Young Dae-Liliyana Natsir), ToLyn (Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir), VitVen (Vita Marissa-Alven t Yulianto Chandra), MarMon (Maria Kristin-Simon Santoso), GreySan (Grace Greysia Polii-M. Ahsan), ShenGe (Shendy Puspa Irawati-Hendra AG), dll. Intinya kami hanya orang-orang yang terlalu fanatik dalam menyukai sesuatu hal sehingga terkadang berimajinasi bahwa orang-orang yang kami sukai itu menjadi tokoh dalam cerita-cerita kami. Ini Fanfiction tetapi bukan membahas tentang anime, buku, ataupun acara TV yang lain tetapi membahas orang-orang yang menjadi penghuni Pelatnas Cipayung.
          
       

Hidup itu Pilihan, Liliyana Natsir yang Mengajariku tentang Hal Itu

10169192-429186983924903.jpg
Pasca kegagalannya mencetak quatrick di kejuaraan bulutangkis tertua dunia (All England, red.) , ia kembali turun di turnamen Swiss Open dan kabarnya ia juga akan turun di Sudirman Cup yang kali ini akan di gelar di China. Yeah... gadis kece yang satu ini memang tidak pernah menyerah, itulah salah satu alasan yang membuatku setengah mati menyukainya. Dia, Liliyana Natsir. Dia pernah berkata bahwa "gak ada orang hebat yang gak pernah kalah bahkan seorang juara dunia juga pernah kalah jadi kita gak boleh down". Gadis yang akan berulang tahun ke 30 pada tanggal 9 September mendatang ini adalah seseorang yang sangat berdedikasi dalam dunia perbuluntangkisan Indonesia. Dia telah "menukarkan" pendidikannya dengan bulutangkis dan telah memperoleh berbagai gelar bergengsi di dunia. Satu-satunya gelar yang belum pernah di perolehnya adalah emas olimpiade. Ia nyaris mendapatkannya pada saat Olimpiade Beijing beberapa tahun yang lalu. Namun Liliyana yang kala itu masih berpasangan dengan Nova Widianto harus menerima kekalahan menyakitkan dari pemain Korea Lee Young Dae dan Lee Hyo Jung.
Liliyana telah memilih bulutangkis dan mengorbankan pendidikannya dan ia membuktikan bahwa meraih pestasi tidak hanya bisa di peroleh dengan menempuh pendidikan di perguruan tinggi saja. Hidup itu pilihan ketika kita sudah memilih maka bersungguh-sungguhlah dengan pilihanmu itu. Ya, dialah (Liliyana, red.) yang mengajariku untuk bersungguh-sungguh pula dengan pilihanku, aku telah melepaskan zona nyamanku untuk bisa ada di posisiku yang sekarang. Jauh dari rumah, kehilangan sahabat yang tumbuh besar bersamaku bahkan aku telah kehilangan ketenangan hidupku. Tidak apa-apa, aku yakin aku akan bisa menjadi seperti Liliyana Natsir (dalam versi yang berbeda tentunya).