Pasca kegagalannya mencetak quatrick di kejuaraan bulutangkis tertua dunia (All England, red.) , ia kembali turun di turnamen Swiss Open dan kabarnya ia juga akan turun di Sudirman Cup yang kali ini akan di gelar di China. Yeah... gadis kece yang satu ini memang tidak pernah menyerah, itulah salah satu alasan yang membuatku setengah mati menyukainya. Dia, Liliyana Natsir. Dia pernah berkata bahwa "gak ada orang hebat yang gak pernah kalah bahkan seorang juara dunia juga pernah kalah jadi kita gak boleh down". Gadis yang akan berulang tahun ke 30 pada tanggal 9 September mendatang ini adalah seseorang yang sangat berdedikasi dalam dunia perbuluntangkisan Indonesia. Dia telah "menukarkan" pendidikannya dengan bulutangkis dan telah memperoleh berbagai gelar bergengsi di dunia. Satu-satunya gelar yang belum pernah di perolehnya adalah emas olimpiade. Ia nyaris mendapatkannya pada saat Olimpiade Beijing beberapa tahun yang lalu. Namun Liliyana yang kala itu masih berpasangan dengan Nova Widianto harus menerima kekalahan menyakitkan dari pemain Korea Lee Young Dae dan Lee Hyo Jung.
Liliyana telah memilih bulutangkis dan mengorbankan pendidikannya dan ia membuktikan bahwa meraih pestasi tidak hanya bisa di peroleh dengan menempuh pendidikan di perguruan tinggi saja. Hidup itu pilihan ketika kita sudah memilih maka bersungguh-sungguhlah dengan pilihanmu itu. Ya, dialah (Liliyana, red.) yang mengajariku untuk bersungguh-sungguh pula dengan pilihanku, aku telah melepaskan zona nyamanku untuk bisa ada di posisiku yang sekarang. Jauh dari rumah, kehilangan sahabat yang tumbuh besar bersamaku bahkan aku telah kehilangan ketenangan hidupku. Tidak apa-apa, aku yakin aku akan bisa menjadi seperti Liliyana Natsir (dalam versi yang berbeda tentunya).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar